by

Pasangan ESA (Eet -Samda) Siap ‘Bertarung’ Di Pilkada Bengkalis 2020

Keterangan Foto : Tim Pemenangan ESA (Eet-Samda) H Ustad Ngatno Eko Prawiro, saat memberikan keterangan pers.(f.ist)

SUARADURI.COM, DURI – Dari sekian banyak bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Bengkalis periode 2021-2026 yang berseliweran dijagat perbincangan baik di alam nyata maupun di alam maya (medsos), hanya dua orang bakal calon saja yang sejauh ini sudah menyatakan kesepahamannya, berkolaborasi menyatakan siap ‘bertarung’ pada Pilkada Bengkalis 2020.

Kendati dukungan dari partai-partai pengusung masih terdengar samar-samar namun desas-desusnya sudah mendekati arah yang pasti, Indra Gunawan (balon bupati Bengkalis) yang akrab disapa Eet dan Syamsu Dalimunthe (balon wakil bupati Bengkalis) yang biasa disapa Samda, ternyata sudah mengikrarkan janji setianya untuk berpasangan, bergandengan tangan mengikuti seluruh tahapan Pilkada hingga nanti ditetapkan sebagai pasangan calon bupati-wakil bupati oleh KPUD Bengkalis nanti.

 

Tim Pemenangan ESA (Eet Samda) H Ustad Ngatno Eko Prawiro dalam keterangan persnya, Rabu (15/01/20) kemarin di Kedai Wak Leng, Jalan Jenderal Sudirman, Duri membeberkan banyak keterangan terkait alasan kedua figur perpaduan Bengkalis daratan dan Bengkalis pulau, dalam hal ini putra Melayu terbaik Eet memilih Samda untuk menjadi pasangan wakilnya di Pilkada Bengkalis 2020. Serta apa yang akan menjadi harapan dan impian ESA apabila dikehendaki Allah SWT memimpin kabupaten Bengkalis dan mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat Negeri Junjungan.

Dijelaskan Ustad Eko panggilan akrab pria bersahaja yang juga diplot menjadi jurkam ESA nanti, tentang sosok Indra Gunawan alias Eet yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Riau memiliki banyak kelebihan baik di kancah politik dan merupakan seorang master engineering yang handal.

 

Eet diketahui sudah tiga periode terpilih sebagai anggota DPRD Bengkalis dan pernah menjadi Ketua DPRD Bengkalis. Kiprah Eet dalam dunia politik selama ini tidak perlu diragukan. Dia juga membuka sejarah sebagai orang Pesisir kedua yang menduduki Ketua DPRD Riau.

Sebagai anak negeri putra asli Bengkalis terbaik Eet dituntut untuk memberikan pengabdian terbaik  untuk negeri dengan tujuan utama memakmurkan Bengkalis. Eet juga merelakan jabatannya dan posisinya sebagai ketua DPRD Propinsi untuk ikut Pilkada Bengkalis 2020.

“ Beliau hanya mau maju apabila pasangannya Haji Samda. Selain dengan Haji Samda beliau tidak mau. Kenapa dengan H Samda? Pertama Haji Samda dimata beliau adalah sosok yang tegas. Sampai detik ini dengan pengalaman satu periode dan kembali terpilih di periode kedua, Haji Samda orang yang bersih, konsisten dan tidak cacat hukum. Begitu juga dengan pak Eet sendiri orang yang bersih, tidak ada cacat hukum sampai saat ini,’’ ujarnya.

Alasan kedua Eet memilih Samda, karena Eet sudah mempelajari track recordnya Samda. Sebagai seorang master enginering mumpuni dalam bidang teknik Eet sangat pas berpasangan dengan Samda yang seorang ahli agronomi, paham tentang Perkebunan dan Pertanian. “ Hari ini kita lihat di Bengkalis khususnya Bengkalis daratan, dua penyumbang PAD terbesar dari sektor migas dan non migas (Perkebunan). Dengan adanya dua leader, seorang bupati dan wakil bupati yang mumpuni dalam bidangnya masing-masing, ini adalah satu harapan ke depan. Dalam bidang Perkebunan akan terangkat para petani sawit, pengusaha sawit. Dalam bidang teknikal karena sehubungan dengan berakhirnya PT CPI, pada Agustus 2021, tentu kita butuh seorang leader yang memahami tentang persoalan engineering dan teknikal yang mengacu kepada ektoe migas. Ini adalah dasar yang paling kuat,’’ ungkap Ustad Eko.

Yang paling menguatkan hati ESA untuk maju salah satunya dukungan dari banyak kalangan tokoh, tokoh agama, pemuka masyarakat lintas etnis, suku dan agama. “  Para tokoh masyarakat  dan tokoh agama ini menilai Eet dan Samda adalah pasangan serasi.  Ini perpaduan rumpun putra melayu dan rumpun non melayu, perpaduan bengkalis pulau dan daratan. Atas dasar ini semualah maka Eet dan Samda sepakat untuk ikut maju dalam pesta demokrasi. Kemudian Jargon yang kita pasang adalah ESA,’’ papar Ustad, sang Singa Podium ini.

Ustad Eko Pencetus Jargon ESA

Ustad Eko menegaskan bahwa jargon ESA, dialah pencetusnya. Dari lisan Ustad Eko lah jargon ESA itu kini menggema ke seluruh penjuru negeri. “ ESA itu singkatan Eet Samda. Yang kedua ESA itu juga singkatan dari Etnis Suku dan Agama. Ya pasangan ini akan merangkul Etnis Suku dan Agama untuk bahu membahu bersinergi dalam membangun Bengkalis  untuk masa yang akan datang bangsa. Jargon nanti dipakai dalam perjuangan,’’ tegasnya.

Ustad yang sudah malang melintang menjadi jurkam calon kepala daerah seperti Herliyan Saleh (bupati Bengkalis), Annas Makmun (gubernur Riau), Amril Mukminin (bupati Bengkalis) terakhir Syamsuar (gubernur Riau) dan sejumlah caleg sejak era 1999 yang 100 persen jadi dewan menambahkan, dari Tim ESA mengharapkan pesta demoktasi nanti ini akan berjalan kondusif. “ Kita harapkan masyarakat kabupaten Bengkalis menjadikan pesta demokrasi ini ajang untuk supaya kita cerdas, jujur. Jangan sampai perbedaan pilihan dijadikan ajang perpecehan. Semua kandidat  termasuk ESA yang merupakan tujuan pertama kita, bermaksud untuk memajukan kabupaten Bengkalis menjadi negeri bermarwah dan bermartabat,’’katanya.

Tim ESA meminta doa dan dukungan dari semua lapisan masyarakat, apabila Alllah berkehendak agar diberikan kemudahan. Semoga cita-cita dan harapan yang diinginkan ESA dan masyarakat kabupaten Bengkalis terwujud. “ Tim ESA sudah siap di Pilkada Bengkalis 2020. Apabila seluruh prosedur sudah dijalani dengan baik dan puncaknya pada penetapan KPUD Bengkalis,’’ pungkas Ustad Eko.(SDC01)

 

Comment

News Feed